SEJARAH KELURAHAN TANJUNG RAMAN

SEJARAH KELURAHAN TANJUNG RAMAN

 

Sejarah singkat asal usul KelurahanTanjung Raman dari Dusun 

Keuripan  - 1640 - 1700 - 1755 (+ sampai Tahun 2021)

           

Adapun Sejarah ini kami Ambil dari bapak-bapak sesepuh :

1. Bpk. M, DELAN – ALMARHUM

2. Bpk. CIVV ASIN –  ALMARHUM

3. Bpk. MAT JUHAR -  ALMARHUM

4. Bpk. ROHANOM         PEMANGKU ADAT- 1945 – 1993

5. Bpk. M. CAMAN        : MANTAN PENGAWA -1952- 1969

6. BpE HAMSA               : MANTAN PENGAWA- 1975 – 1993

7. Bpk. M. SELAN          : AHLI SEJARAH TANJUNG RAMAN

8. Bpk. M. DIUN              : .ALMARHUM : PENGAWA - 1969 – 1988

9. Bpk. UMAR HULAN   : AI.MARHUM. PEMANGKU ADAT- 1993 – 1997

10. Bpk. SAMARUDIN    :PEMANGKU ADAT- 1993-2021 JURIAT LEBUNG

 

Pembaca yang budiman Khususnya masyarakat Kelurahan Tanjung Raman 

kiranya terdapat kekeliruan  kami menyusun menulis kalimat atau gelar 

dan julukannya. Kami mhon maaf serta saran dan petunjuk yang sifatnya

 membangun dari semua pihak sangat kami harapkan. Dan kami tetap 

membuka diri untuk memperbaikinya - amin.

DIBUKUKAN DI TANJUNG RAMAN       DIPERBAHARUI DI TANJUNG RAMAN

   TAHUN 2007                                                                       TAHUN 2021

 

PEMANGKU ADAT KELURAHAN TANJUNG RAMAN 

KECAMATAN PRABUMULIH SELATAN

KOTA PRABUMULIH

JL. BATURAJA NO. 12 RT. 01 RW. 01 KELURAHAN TANJUNG RAMAN

NO HP. 081271290128

 


(Hestoris) duson (desa) kel. Tanjung Raman Bertitik tolak dari Tahun 1640 lebih kurang ada 2 (dua) kepala keluarga.

 

1.       Nama : MANGKUBUMI (TUAN RAJE MANGKUBUMI) (PUYANG LEBUNG)

BERISTRI PENATE RENIK GIGI (PUYANG LEBUNG)

 

2.       Nama : IRAN (SUKME IRAN NANTI SARI NERALAM SAKTI) (PUYANG      

             REBIA) PUTRI KAYU AGUNG (PUYANG REBIA)

 

          2 (Dua) kepala keluarga ini berembuk bergabung dengan Anak cucu untuk membuat talang (duson) diberi nama duson Keuripan yang letak lokasinya sekarang ini di perapatan jl kereta api pjka / jl. Telkom. Mon lokasi panggung pinang 150 meter dari jalan raya baturaja ke arah Timur Kelurahan Tanjung Raman

 

Setelah usai membuat dusun dan rumah-rumah gubuk mereka berembuk pula untuk membuat lokasi penguburan (pamakaman) Yang letaknya sekarang ini 100 meter dari simpang jalan telkomunikasi panggung pinang ke arah barat dan tempat pemakaman itu diberi nama pamakaman muara lebung. Karena Letaknya memang di muara air batang hari sungai lebung. Lalu mereka berembuk menyetujui sebelah bagian hulu untuk pamakaman anak cucu (puyang lebung) sebelah bagian hilir untuk Pemakaman anak cucu (Puyang Rebia).

 

Maka sampai sekarang masih tetap dipatuhi oleh anak cucu kedua keturunan juriat tumbang. 2 (dua) 1. Lebung. 2. Rebia khususnya umumnya untuk pemakaman umat muslimin dengan catatan umat muslimin, permisi dulu / numpang dengan ketua juriat baik Juriat Lebung atau Juriat Rebia.

 

Dan pada waktu itu belum ada pamong dusun — pamong duson masih bergabung dengan dusun tabur bungin di jambat teras air nideh / talang raje. Pamongnya : Rie Sintik : duson Tabur Bungin.

 

Kemudian dari Tahun ke tahun sekitar 50 Tahun di Dusun keuripan kesulitan-kesulitan baru dirasakan oleh Mategawi (warga) antara lain hubungan (transportasi). Pada waktu itu Belum ada jalan darat yang ada hanya Jalan  air sedangkan Duson Keuripan 200 meter letaknya dari batang hari Air Manau Lubuk Gurin tempat perahu dari kayuagung parkir. Rute dari kayu agung kali komring mudik nelusur sungai ogan kemudian nelusur sungai kelekar kemudian mudik nelusur sungai air manau.

 

 

Dengan adanya kesulitan maka mereka berembuk untuk  pindah dusun ke dekat air manau. Hasil kesepakatan Lebih Kurang Pada Tahun 1700 Dusun Langsung dipindahkan yang lokasinya sekarang ini. Disekitar Langgar Al-.-muhajirin / poskes pembantu (postu) Lintas Rel Kereta api.

Dusun diberi nama TANJUNG KEBUR  di duşun ini ada tambahan Juriat MANGKU ALAM karna istrinya masih dulur Puyang Rebia           / undang merdike. Mangku alam berasal dari Talang Bua Endip. Maka terjadilah  Tiga Tumbang  Juriat

L. REBIA

2.      LEBUNG

3.      MANGKU ALAM

 

Kemudian Puyang Rebia ada kelawai ( Ayuk ) Angkat yang berasal dari Tanjung kukung (Tanjung Rambang). Nah di saat itulah anak cucu berkembang Biak (banyak).

 

Maka berembuk ijntuk membuat pamong duşun. Saat itu Puyang Rebia (Juriatnya) cenderung mencalonkan nama sema'in untuk .jadi pamong. Alasan Puyang Rebia sebagai sesepuh duşun.

 

Sema'in ini memang Juriat yang  baru tapi justru baru kita beri kepercayaan. Şebab kalau tidak di ikat dengan Jabatan kami khawatir dia akan pindah lagi ke Talang Bua Endip.

 

Maka Juriat Lebung turut setuju. Akhirnya sepakat menetapkan sema'in Rie duşun tanjung Kebur (Puyang Sema). Pamong duşun pada waktu itu otomatis melepas dari Rie sintik : Duşun Tabur Bungin.

 

Dari Tahun ke tahun warga Duşun Tabur Bungin juga pindah Ke dekat kali Air Manau sekaligus merobah nama duşun jadi duşun Sukaraja yang letaknya 500 meter sebelah hilir (utara) Duşun Tanjung Kebur. Alasan pindah itu sama karna sulitnya Transportasi.

 

Dari Tahun ke Tahun warga Duşun Tanjung Kebur ada yang Melanggar hukum adat. Singkatnya ada yang berzina sampai Hasilkan bayi. Disebut (anak kampang), Terbukti bayi tersebut dibuang di kali Air Manau. Pas bayi hanyut maşuk jelujuh (penangkap ikan) warga duşun Sukaraja. Maka warga yang Menemukan langsung lapor ke pamong duşun sukaraja sambil membawa bukti. Setelah ditelusuri memang benar perbuatan warga duşun Tanjung Kebur.

 

Maka Rie Sema'in disebut Rie Ketu Jaula (Hilang Harga Diri )  kemudian yang membuat olah dihukum secara Adat. Karna  saking malunya sema'in mengadakan rembuk untuk berpindah Duşun.

 

         Akhirnya warga setuju untuk pindah Duşun. Lalu empat orang sesepuh di suruh bersemedi (Tarak) untuk cari lokasi duşun. Maka hasil sesepuh menemukan tempat yang di anggap baik duşun Tanjung Kebur dipindahkan menghulu Sungai Air Manau 400 Meter Lebih kurang ke arah Selatan dari Dusun Tanjung Kebur.

 

        Berhubung lokasi yang akan dibuat diantara kali Air Manau dan Kali Air Lebung yang Mahir Kalau Sampitan Kali itu disebut Nanjungan dan di Nanjungan ini Banyak pohon Haman ( Gandaria ).

 

           Maka dengan Sepakat para sesepuh / warga Dusun yang baru dibuat di Beri nama Tanjung Raman. Bertolak pangkal dari Nanjungan Haman.

 

         Adapun Dusun Tanjung Raman ini resmi pindah Tahun + 1755. Sehubungan dengan Rie Semain Malu tadi di dusun Tanjung Raman Jabatan Rie ( Pamong ) di serahkan ke anak Kandungnya Rie Agam sekaligus dilaporkan  ke Pangeran Rambang Kapak Tengah . Kemudian Pangeran memerintahkan agar membuat Pekegungan ( Balai Balai ) sebagai ciri pusat Dusun sekaligus Tempat berembuk maka mategawe ( Warga ) gotong royong membuat Balai balai sekaligus sepakat diresmikan pusat Dusun Tanjung Raman.

 

         Lalu Balai balai dianggap Tempat rembuk ( Musyawarah ) warga juga dibuat Getok ( Canang ) dari kayu bolong Garing leban dan getok di tabo ( Dipukul ) Untuk alat mengumpulkan warga setiap ada hal baik/buruk.

Pada  saat itu saat antara siang menjelang malam ( Magrib ) itu di tabuh supaya warga cepat pulang dari kebun da sebagainya dan yang rajin nabuh getok Rie Ragam sendiri. Padahal semestinya wang kemet ( Keamanan ) duusn. Setiap Rie Nabo getok warga sering memperingatkan Nek-wak-dak usah ndak-nenek nian nabo nyetu. Tapi Rie Ragam dak peduli. Nah nasib sial pada waktu lagi asik nabo getok antara siang menjelan malam secara tiba tiba datang seekor  Harimau ( macan ) Langsung mencakar Rie Ragam. Dan Rie berteriak minta tolong  akhirnya warga datang menolong.

Rie terluka Bagian belakang badan untung masih isa di selamatkan warga,

Dari hari kehari luka terus membusuk ditampal dengan  kain terus.maka Rie Ragam dijuluki Rie Rampit karna Tampalan dielakang badan ,

Pada akhirnya Rie Ragam Meninggal Duna,karna akibat terluka kuku macan.

Pada Tahun 175 lebih pemerintahan marga mempercayakan PJS Rie ke Bapak Meian Desa Tanjung Raman. Sekitar

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.